Konsep Terjadinya Penyakit, Pengertian, Penyebab, dan Distribusinya

Konsep Terjadinya Penyakit

Konsep Terjadinya Penyakit

a. Pengertian Penyakit

Ada beberapa pengertian mengenai penyakit menurut Gold Medical Dictionary penyakit adalah kegagalan dari mekanisme adaptasi suatu organisme untuk bereaksi secara tepat terhadap rangsangan atau tekanan sehingga timbul gangguan pada fungsi struktur, bagian, organ atau sistem dari tubuh. Sedangkan menurut Arrest Hofte Amsterdam, penyakit bukan hanya berupa kelainan yang terlihat dari luar saja, tetapi juga suatu keadaan terganggu dari keteraturan fungsi dari tubuh.

Dari kedua pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penyakit adalah suatu keadaan gangguan bentuk dan fungsi tubuh sehingga berada didalam keadaan yang tidak normal.

Segitiga epidemiologi (trias epidemiologi) merupakan konsep dasar dalam epidemiologi yang menggambarkan hubungan antara tiga faktor utama yang berperan dalam terjadinya penyakit atau masalah kehatan yaitu host (tuan rumah/penjamu), agen (penyebab), dan environtment. Timbulnya penyakit terjadi akibat ketidak seimbangan ketiga faktor tersebut. Hubungan ketiga faktor ini bisa dilihat dari gambar berikut :

1. Sehat

Interaksi pertama ini dikatakan berada pada equilibrium (keseimbangan antara, Host, Agent, dan Environtment), individu dalam kondisi ini dapat disebut sehat

2. Agen dapat Kemudahan Menimbulkan Penyakit

Interaksi ini dapat dikatakan bahwa agen mendapat kemudahan untuk menumbulkan penyakit pada host. Agen memberatkan keseimbangan sehingga batang pengungkit  miring kearah agen. Contohnya ada mutasi virus influenza sehingga muncul jenis yang baru seperti flu burung (H5N1) atau Flu Babi (H1N1)dimana masyarakat belum memiliki kekebalan tubuh untuk melawan virus tersebut.

3. Host Peka Terhadap Agent

Interaksi ketiga host lebih peka terhadap agent. Host memberatkan keseimbangan sehingga pengungkit miring kea rah host. Contoh apabila disuatu daerah yang penduduk berusia balita besar, maka sebagian besar populasi rentan terkena penyakit

4. Pergeseran Lingkungan yang Menyebabkan Agen Mendapat Kemudahan Menimbulkan Penyakit                           

Interaksi keempat, terjadi pergeseran lingkungan, sehingga memudahkan agen memasuki tubuh host dan menimbulkan penyakit. Contohnya ketika banjir air kotor mengandung kuman (Agen) yang kontak dengan Masyarakat (Host), sehingga agen lebih mudah menimbulkan penyakit.

5. Pergeseran Lingkungan yang menyebabkan host peka terhadap penyakit

Interaksi kelima adalah pergeseran kuliatas lingkungan sehingga host memberatkan keseimbangan.(host peka terhadap agent). Contoh terjadi pencemaran udara dengan SO2 yang menyebabkan saluran udara paru menyempit (agar tidak banyak racun), namun mengkibatkan sehingga paru-paru kekurangan oksigen sehingga host jadi lemah dan timbul kelainan paru.

b. Faktor  yang Berhubungan dengan Terjadinya Penyakit

Seperti yan sudah dijelaskan pada penjelasan mengenai konsep terjadinya penyakit,ada tiga faktor yang berpengaruh terhadapat terjadinya penyakit yaitu Host (Penjamu), Agent (Penyebab), dan Environment (Lingkungan).

1. Faktor Host (Penjamu/tuan rumah)

Host adalah manusia atau mahluk hidup lainnya, faktor host yang berkaitan dengan terjadinya penyakit berupa umur, jenis kelamin, ras, etnik, anatomi tubuh,dan status gizi. Penjelasan seperti yang tertulis dibawah ini :

1)        Genetik : Penyakit dapat diturunkan menurut garis keturunan keluarga atau gen

2)        Umur :Ada kecenderungan penyakit yang menyerang umur tertentu

3)        Jenis Kelamin : Ditemukan penyakit yang terjadi lebih mungkin lebih banyak pada wanita.

4)        Suku /Ras/Warna Kulit : Ditemukan ada perbedaan antara ras kulit putih dan kulit hitam di Amerika

5)        Keadaan Fisiologi Tubuh : Kelelahan, kehamilan, puberitas, atau keadaan status gizi.

6)        Keadaan Immunologis : Kekabalan yang diperoleh karena ada infeksi, memperoleh dari ibu, atau kekebalan buatan (vaksinasi)

7)        Tingkah Laku : Gaya hidup, personal hygiene, hubungan antar pribadi, dan rekreasi

2. Faktor Agen

Angen (Penyebab) adalah unsur organisme hidup, atau kuman infeksi, yang menyebabkan terjadinya suatu penyakit. beberapa penyakit agen merupakan penyebab tunggal (single) misalnya pada penyakit menular, sedangkan pada penyakit tidak menular biasanya terdiri dari beberapa agen contohnya pada penyakit kanker. Berikit ini yang termasuk kedalam faktor agen :

1. Faktor Nutrtisi : Bisa dalam bentuk kelebihan gizi, misalnya tinggi kolesterol, atau kekurangan gizi baik itu protein, lemak atau vitamin.

2. Penyebab Kimiawi : Misalnya zat-zat beracun (karbon monoksida), asbes, kobalt, atau allergen

3. Penyebab Fisik : Misalnya radiasi dan trauma mekanik (pukulan, tabrakan)

4. Penyebab Biologis

-Metazoa : cacing tambang, cacing gelang, cshistosoma,

-Protozoa : Amoeba, malaria

– Bakteri : Siphilis, typhoid, pneumonia syphilis, tuberculosis,

-Fungi (jamur) : Histosplasmosis, taenea pedis

-Rickettia : Rocky Mountain spot fever

-Virus : Cacar, campak, poliomyelitis

Dalam konsep epidemiologi secara klasik faktor agen memang hanya didefenisikan sebagai organisme hidup atau kuman infektif penyebab penyakit. Namun seiring dengan perkembangan ilmu epidemiologi,

3. Faktor Lingkungan (Environtment)

Lingkungan adalah faktor luar dari individu yang dapat berupa lingkungan fisik, biologis, dan sosial. Yang tergolong faktor lingkungan meliputi :

a. Lingkungan fisik : geologi, iklim, dan topografi

b. Lingkungan biologis : Misalnya kepadatan penduduk, flora (sebagai sumber bahan makanan), dan fauna (sebagai sumber protein)

c. Lingkungan sosial : Berupa migrasi/urbanisasi, lingkungan kerja, keadaan perumahan, keadaan sosial masyarakat (kekacauan, bencana alam,perang, dll

c. Faktor yang Menerangkan Distribusi Penyakit

Dalam epidemiologi ada tiga faktor yang dapat menerangkan penyebaran (distribusi) penyakit atau masalah kesehatan yaitu orang (person), tempat (place), dan waktu (time). Informasi ini dapat digunakan untuk menggambarkan adanya perbedaan keterpaparan dan kerentanan. Perbedaan ini bisa digunakan sebagi petunjuk tentang sumber, agen yang bertanggung jawab, transisi, dan penyebaran suatu penyakit.

1. Faktor Orang (Person)

Faktor orang atau person adalah karakteristik dari individu yang mempengaruhi keterpaparan atau kepekaan mereka terhadap penyakit. Orang yang karakteristiaknya mudah terpapar atau peka terhadap penyakit akan mudah terkena sakit.

Karakteristik orang bisa berupa faktor genetik, umur, jenis kelamin,pekerjaan, kebiasaan dan status sosial ekonomi. Seorang individu yang mempunyai faktor genetik pembawa penyakit akan mudah terpapar faktor genetic tersebut dan peka untuk sakit.perbedaan

Berdasarkan umur, terdapat kemungkinan dalam mendapat keterpaparan berdasarkan perjalanan hidup. Demikian pula dengan karakteristik lain yang akan membedakan dalam kemungkinan mendapat keterpaparan.

2. Faktor Tempat (place)

Faktor tempat berkaitan dengan karakteristik geografis. Informasi ini dapat batas alamiah seperti sungai, gunung,atau bisa dengan batas administrasi dan histori.

Perbedaan distribusi  menurut tempat ini memberikan petunjuk pola perbedaan penyakit yang dapat menjadi pegangan dalam mencari faktor-faktor lain yang belum diketahui

3. Faktor Waktu (Time)

Waktu kejadian penyakit dapat dinyatakan dalam jam, hari, bulan, atau tahun. Informasi ini bisa dijadikan pedoman tentang kejadian yang timbul dalam masyarakat.

Referensi : Makalah Konsep Epidemiologi dan Penerapannya pada Kesehatan Haji (Dewi sandra dan Sri Rahma Yuli)

Sumber Gambar : http://www.medclient.com/

Share Button