Ketidak Suburan Pria dan Wanita

Ketidak Suburan Pria dan Wanita

2.1.1 Pengertian

Ketidak suburan atau dalam istilah medis disebut dengan infertilitas merupakan kondisi dimana pasangan suami istri belum bisa mempunyai anak walaupun sudah berhubungan intim secara teratur tanpa alat kontrasepsi dalam kurun satu tahun.

Jenis infertilitas ada 2 yaitu infertilitas primer dan infertilitas sekunder. Infertilitas primer adalah kegagalan konsepsi pada pasangan setelah satu tahun melakukan hubungan intim secara teratur tanpa menggunakan alat kontrasepsi sebelum mendapat kehamilan. Sedangkan infertilitas sekunder adalah apa bila sebelumnya sudah pernah mengalami kehamilan,kemudian setelah satu tahun melakukan hubungan intim secara teratur tanpa menggunakan alat kontrasepsi, tetapi tidak terjadi kehamilan.

2.1.2 Frekuensi

Prevalensi penyebab infertilitas meliputi  30-50% berasal dari pihak suami, 60-65% dari pihak istri dengan rincian faktor tuba 50%, faktor ovarium 5-20%, faktor uterus 8-10%, faktor psikologis 8%, faktor yang tidak diketahui 10%.

Prevalensi infertilitas menurut World Health Organization (WHO) diperkirakan 8-10% pasangan mempunyai riwayat sulit untuk mendapatkan anak. Angka infertilitas di Indonesia berkisar 12-15%. Banyak pasangan infertilitas di Indonesia dapat dihitung dari banyak wanita yang pernah kawin dan tidak mempunyao anak dan masih hidup. Menurut sensus penduduk terdapat 12% baik di desa maupun di kota atau sekotar 3 juta pasangan infertile diseluruh Indonesia. Probabilitas suatu pasangan akan hamil pada setiap bulan adalah 20% dan waktu yang diperlukan untuk pasangan normal hamil dalam 3-5 bulan (50%). Akan tetap dari 22% dalam bulan pertama, beresiko hamil sampai 12% setelah satu tahun tanpa kontrasepsi.

Pasangan suami istri normal yang tidak melakukan pencegahan atau terjadi kehamilan, umumnya 32,7% wanita hamil dalam satu bulan, 57% wanita hamil dalam tiga bulan, 72,1% wanita hamil dalam waktu enam bulan, 85,4% wanita hamil 12 bulan, dan 93,4 % wanita hamil dalam 24 bulan.

Semakin lama pasangan menikah tapi belum dikaruniai keturunan, makasa semakin penting upaya dan perhatian agar ibu dapat hamil.

2.1.3 Faktor Penyebab

Ketidak suburan menjadi beban bagi pasangan yang menginginkan kehadiran anak. Tekanan dari keluarga besar dan lingkungan sekitar. Hal yang sangat disayangkan masih banyak orang tua yang menyalahkan pihak wanita  yang tidak mampu memberikan keturunan. Infertilitas tidak hanya bisa terjadi pada wanita saja, pria juga bisa mengalaminya:

Berikut ini adalah beberapa fakto penyebab ketidak suburan yang sering ditemukan di masyarakat :

a. Dari Pihak Suami

1. Sperma Buruk

Kualitas sperma menentukan terjadinya kehamilan. Hal ini menyangkut bentuk sperma dan gerakan yang tidak sempurna. Sperma dengan struktur dan gerakan yang tidak normal tidak dapat mencapai sel telur.

Yang kedua adalah konsentrasi sperma yang rendah. Normalnya, konsentrasi sperma yang sehat 20 juta atau lebih sperma/ml.

Kurangnya konsentrasi sperma bisa jadi akibat memakai celana ketat, alcohol, merokok, kelelahan, atau terlalu sering ejakulasi.

2. Kelainan Genetik

Kelainan genentik atau disebut juga sindroma klinefelter menyebabkan seorang pria mempunyai kromosom Y dan X.

Hal ini mempengaruhi pertumbuhan testis, sehingga pria tersebut sedikit saja atau bahkan tidak memproduksi sperma sama sekali.

3. Gangguan Hormonal

Hormon estrogen yang terganggu dapat menghambat produksi sperma. Untuk merangsang produksi sperma diperlukan hormone dari kelenjar ptituari.

Bila hormon tersebut terganggu dapat menghambat produksi sperma, jika menurun atau bahkan tidak ada, maka testis tidak akan bekerja sempurna.

4. Impotensi

Terjadi jika aliran darah kepenis tidak normal maka penis tidak bisa berdiri dan berejakulasi.

5. Verikokel

Terjadi karena adanya pelebaran pembuluh darah vena pada zakar.

6. Saluran Sperma yang tersumbat

Hal ini bisa saja merupakan bawaan lahir, atau adanya infeksi yang disebabkan oleh bakteri.

7. Pengaruh radiasi dan obat

Radiasi dan obat-obatan tertentu dapat mempengaruhi kualitas sperma, fungsi testis dan hormon reproduksi dan menyebabkan masalah kesuburan.

b. Dari Pihak Istri

1. Endometriosis

Endometriosis adalah kondisi ketika jaringan yang normalnya tumbuh dalam rahim justru tumbuh di luar rahim.

2. Kelainan Hormon

Kelainan hormon tertentu dapat menganggu siklus menstruasi dan tentunya membawa pengaruh besar kepada masalah sulit hamil

3. Menopause Dini

Menopause dini adalah kondisi dimana wanita mengalami menopause sebelum berusia 40 tahun. Menopause dini dapat diakibatkan oleh kelainan imunitas, kemoterapi, radioterapi dan merokok.

4. Penyumbatan Tuba Fallopi

Sperma suami tidak akan sampai ke sel telur istri bila saluran yang dikenal dengan tuba fallopi tersumbat atau mengalami kerusakan. Penyebabnya sebagian besar karena infeksi.

5. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)

Polycystic ovary syndrome (PCOS) adalah gangguan hormonal yang umum terjadi pada masa reproduktif wanita.

6. Tumor dan Kanker Rahim

Tumor dinding rahim yang jinak atau ganas dapat menyebabkan infertilitas.

7. Stress, anoreksia dan kegemukan

Dalam masalah infertilitas, faktor psikologi juga berpengaruh, . Demikian halnya dengan kondisi kelebihan berat badan (kegemukan) yang sangat berpengaruh terhadap kesuburan istri karena dapat mempengaruhi kerja hormone reproduksi.

Pola hidup juga berpengaruh terhadap kesuburan. Pola dan gaya hidup yang tidak sehat dan teratur dapat menyebabkan tidak suburan yang berdampak sulit hamil dan memiliki anak. Contoh dari pola hidup yang tidak sehat seperti istirahat yang tidak cukup dan teratur, pola makan yang salah, konsumsi rokok, alkohol, dan narkoba.

2.1.4 Penanganan

Penanganan permasalahan ketidak suburan atau infertilitas, pertama-tama pasangan suami dan istri harus diperiksa dahulu baik jasmani atau rohaninya. Jika dalam pemeriksaan di ditemukan adanya kangguan kesehatan organ reproduksi yang berperan dalam pembentukan janin, perlu dilakukan tindakan medis.

Penyebab infertilitas tidak selalu karena permsalahan medis. Contohnnya seperti inferti idiopatik, dimana kondisi pasangan suami istri sebenarnya normal tetapi belum juga terjadi kehamilan, ada beberapa faktor yang menyebabkan kondisi ini seperti faktor alergi, stress, pola hidup yang tidak sehat, atau teknik dan waktu berhubungan intim yang tidak tepat. Pasangan yang mengalami kondisi ini perlu mendapat panduan untuk cepat hamil dari dokter yang kompeten.

Sumber : Makalah Analis Kesehatan Reproduksi Sri-Apriani

Share Button