Hubungan Kausalitas dalam Epidemiologi

Hubungan Kausalitas dalam Epidemiologi

Defenisi : Hubungan kausal adalah hubungan antara dua atau lebih variabel, dimana salah satu atau lebih variable tersebut merupakan variabel penyebab kausal (primer dan sekunder) terhadap terjadinya variabel lainnya sebagai hasil akhir dari suatu  proses terjadinya penyakit.

Model Kausalitas :

Penyebab penyakit dapat dikategorikan menjadi model kausa tunggal dan kausal majemuk.

1. Model Kausal Tunggal : Model tunggal (monokausal) yaitu konsep penyakit dimana penyakit hanya disebabkan oleh satu penyebab.

2. Model Kausal Majemuk : Model kausal majemuk (multikausal) adalah konsep penyebab penyakit dengan penyakit memiliki lebih dari satu penyebab

Kriteria Kausalitas Menurut Bradford Hill :

1. Kekuatan : Korelasi yang kuat cenderung bersifat kausal korelasi yang lemah bersifat nonkausal (tidak selalu benar).

2. Temporalitas : Ada anggapan bahwa kausa mendahului efek (akibat).

3. Dose response/efek dosis-respon : Ketika pajanan meningkat, kemungkinan terjadinya hasil akhir juga meningkat.

4. Reversibilitas : Penurunan pajanan terhadap kausa diikuti penurunan kejadian penyakit

5. Konsistensi: Jika kondisi yang sama terus terlihat pada sejumlah populasi yang berbeda berdasarkan tipe-tipe penelitian epidemiologi yang berbeda,

6. Biological plausibility : Harus ada penjelasan yang rasional untuk korelasi yang terlihat antara pajanan dan outcome.

7. Specificity : Yaitu satu penyebab menimbulkan satu efek.

8. Analogy: Yaitu hubungan sebab akibat sudah terbukti untuk penyabab atau penyakit serupa

Penilaian Hubungan Kausal :

Tiga faktor penting yang harus dijumpai pada hubungan kausal, yakni :

1. Faktor keterpaparan memegang peranan penting dalam timbulnya penyakit

2. Setiap perubahan pada variabel yang merupakan unsur penyebab akan diikuti oleh perubahan pada variabel lainnya sebagai akibat/hasil akhir proses

3. Hubungan antara timbulnya penyakit (hasil akhir) serta proses keterpaparan tidak tergantung atau tidak harus dipengaruhi oleh faktor lainnya diluar variabel hubungan tersebut.

Referensi :

Nugrahaeni DK. 2011. Konsep Dasar Epidemiologi. Jakarta.EGC.

Bustan, Nadjib. 2012. Pengantar Epidemiologi. Jakarta : Rineka Cipta

Rahmadina, Nurdarfika. 2013. Hubungan Kausal dalam Epidemiologi Gizi

Share Button