Epidemiologi Gizi Berkaitan Dengan Diabetes Melitus (DM

Epidemiologi Gizi Berkaitan Dengan Diabetes Melitus (DM) 

Defenisi Diabetes Melitus : Diabetes Melitus (DM) adalah gangguan kesehatan yang merupakan kumpulan gejala yang disebabkan oleh peningkatan kadar gula darah (glukosa) akibat kekurangan atau resistensi insulin. Jenis diabetes mellitus yaitu DM tipe 1, DM tipe 2, DM Gestasional, dan DM tipe lain

Tanda-tanda :

1. Gejala Klinis

Gejala Khas : Poliuria (Sering kencing), Poliphagi (Sering makan), Polidipsi (Sering haus), Lemas

Gejala Lain : Gatal-gatal, mata kabur, gatal pada kemaluan (pada wanita), impotensia, dan kesemutan

2. Gambaran Laboratorium : Gula darah sewaktu ≥ 200 mg/dl, Atau Gula darh puasa > 126 mg/dl (Puasa makan 10 jam),  Atau Glukosa plasma 2 jam > 200 mg/dl

Besar Masalah  : Menurut WHO di dunia pada Tahun 2000 terdapat 171 juta penderita DM, dan akan meningkat 2 kali menjadi sebesar 366 juta pada tahun 2030. Berdasarkan Riskesdas tahun 2013 prevalensi DM berdasarkan diagnosis 1,5%, sedangkan berdasarkan Gejala atau Diagnosis 2,1 %. Daerah yang tertinggi prevalensi DM   berdasarkan diagnosis yaitu Yogyakarta (2,6%), sedang Gejala atau Diagnosis yaitu Sulawesi Tengah (3,7%).

Distribusi : Prevalensi kasus DM berdasarkan jenis kelamin lebih tinggi pada perempuan, umur 55-64, dan tinggal di daerah perkotaan.

Determinan:  Diabetes Melitus tipe 2 terjadi karena multi faktor, berikut ini beberapa faktor  yaitu Faktor Genetik, Usia, Obesitas, Resistensi insulin, Faktor Diet, Kurangnya aktivitas fisik, Urbanisasidan Moderenisasi

Upaya Pencegahan Diabetes Dengan Interfensi Diet :

  1. Karbohidrat : Memilih karbohidrat yang aman. Semua karbohidrat halus (misalnya gula tepung halus, roti manis, biskuit, permen, sirop dan minuman ringan) harus dihindari dan diganti dengan makanan lengkap (yaitu buah, sayuran, kacang, biji, dan makanan lainnya yang belum diproses) yang efektif untuk memperbaiki resistensi insulin.
  2. Serat : Pada pasien DM tipe 2 jumlah serat yang banyak diperlukan untuk memberi manfaat untuk pengendalian gula darah, hiper insulinemia, dan kadar lipid plasma
  3. Lemak : Membatasi asupan lemak jenuh dan kolesterol dalam makanan. Lemak dapat membuat kerja insulin menjadi tidak efisien
  4. Kalori : Dengan  mengurangi asupan kalori, maka akan menurunkan kadar gula dalam darah, namun kekurangan gula pun dapat berbahaya

Referensi :

Bustan, M.N. 2007. Epidemiologi Penyakit Tidak Menular. Jakarta : Rieneka Cipta

Gibney, Michael, dkk. 2009. Gizi Masyarakat. Jakarta : EGC

Share Button