Epidemiologi Anemia

Epidemiologi Anemia

Defenisi Anemia : Anemia adalah suatu kondisi  dimana jumlah sel darah merah  dan  kadar hemoglobin (Hb) dibawah ambang batas normal.

Tanda-tanda Klinis : Mudah lemah, letih, lesu dan lelah, Bibir tampak pucat, Nafas pendek, Lidah terasa licin, Denyut jantung meningkat, Susah buang air besar, Nafsu makan kurang, Kadang-kadang mudah pusing , Mudah mengantuk

Besaran Masalah : Di Indonesia tahun 2010 penderita anemia sekitar  50-70 juta, anemi defisiensi zat besi mencapai 20%-33%. Sebesar 40% dialami wanita hamil.

Distribusi : Anemia terjadi pada 45% wanita di daerah berkembang, dan 13 % di negara maju. Anemia sering terjadi pada wanita usia subur, wanita hamil, dan wanita menyusui. Kolompok usia yang juga rentan adalah bayi dan anak-anak.

Determinan : Penyebab anemia : Defesiensi Fe, infeksi kronik (cacingan), penyakit malaria, penyakit hemolotok kongenital (seperti talasemia), dan defesiensi nutrien mikro lainnya (seperti KVA). Penyebab utama anemia : Defesiensi Fe

Dampak Anemia :

Pada bayi dan Anak-anak : Bagi bayi meningkatkan risiko kematian, kesakitan, dan BBLR. Pada balita gangguan perilaku dan pengembangan kecerdasan

Pada wanita usia subur : menurunnya performa kerja, menimbulan kelelahan dan kelemahan

Pada Ibu hamil : Meningkatkan prevalensi kesakitan dan kematian ibu, dapat mempengaruhi berat badan bayi, prematur, dan bblr

Pencegahan Anemia :

1. Memelihara keseimbangan asupan Fe dengan kebutuhan dan kehilangan.

2. Konsumsi suplemen Fe untuk peningkatan intake Fe

3. Fortofikasi produk-produk makanan dengan Fe

Referensi :

Fakultas Kesehatan Masyarakat UI. 2013. Gizi dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta : Raja Grafindo Persada

Supriasa, I Dewa Nyoman, dkk. 2002. Penliaian Status Gizi. Jakarta : EGC

Share Button